Latest Entries »

Pasal 28 A : Setiap orang berhak untuk hidup serta berhak mempertahankan hidup dan kehidupannya.

Pelanggarannya :

-Penculikan para aktivis oleh rejim orde baru

-Pembnuhan Marsinah pahlawan buruh di Jawa Timur

-Pembunuhan Munir pejuang HAM di Indonesia

Pasal 28 B : (1) Setiap orang berhak membentuk keluarga dan melanjutkan keturunan melalui perkawinan sah. (2) Setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh, dan berkembang serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.

Pelanggarannya :

-Kasus kawin kontrak oleh orang asing (Arab Saudi) pada sebagaian warga Cianjur

-Tindak kekerasan terhadap anak-anak jalanan

-eksploitasi terhadap anak

Pasal 28 C : (1) Setiap orang berhak mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya, berhak mendapat pendidikan dan memperoleh manfaat dan ilmu pengetahuan dan teknologi, seni dan budaya, demi meningkatkan kualitas hidupnya dan demi kesejahteraan umat manusia. (2) Setiap orang berhak untuk memajukan dirinya dalam memperjuangkan haknya secara kolektif untuk membangun masyarakat, bangsa, dan negaranya.

Pelanggarannya :

di satu sisi negara menjamin kebebasan warganegara untuk bergerak dan mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya (Pasal 28 C UUD 1945) dan bebas dari perlakuan yang diskriminatif, tapi di sisi lain negara justru membentuk berbagai macam Peraturan Daerah (Perda) bernuansa agama yang justru dapat membatasi dan mendiskriminasi warganegaranya khususnya bagi perempuan.

Pasal 28 D : (1) Setiap orang berhak atas pengakuan, jaminan, perlindungan, dan kepastian hukum yang adil serta perlakuan yang sama di hadapan hukum. (2) Setiap orang berhak untuk bekerja serta mendapat imbalan dan perlakuan yang adil dan layak dalam hubungan kerja. (3) Setiap warga negara berhak memperoleh kesempatan yang sama dalam pemerintahan. (4) Setiap orang berhak atas status kewarganegaraan.

Pelanggarannya :

Wajarkah seorang nenek divonis 3 bulan penjara karena mencuri 3 buah kakao yang harganya hanya Rp. 500,00.

Pasal 28 E : (1) Setiap orang bebas memeluk agama dan beribadat menurut agamanya, memilih pendidikan dan pengajaran, memilih pekerjaan, memilih kewarganegaraan, memilih tempat tinggal di wilayah negara dan meninggalkannya, serta hendak kembali. (2) Setiap orang berhak atas kebebasan meyakini kepercayaan menyatakan pikiran dan sikap, sesuai dengan hati nuruninya. (3) Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat.

Pelanggarannya :

di satu sisi negara menjamin kebebasan beragama dan berkeyakinan yang sifatnya juga non-derogeble rights (Pasal 28 E UUD 1945), tapi di sisi lain negara cenderung membiarkan dan tidak mencegah aksi kekerasan yang dilakukan berbagai kelompok berbasiskan agama terhadap komunitas minoritas seperti aliran Ahmadiyah dan lain-lain.

di satu sisi negara menjamin kebebasan waga negara untuk berfikir dan menyatakan pendapat (Pasal 28 E jo Pasal 28 I ayat I UUD 1945), tapi di sisi lain negara justru yang membatasi kebebasan berfikir warganegara itu sendiri dengan membiarkan sikap kepala BAIS yang menuduh sikap kritis Imparsial terhadap negara sebagai bentuk ancaman kepada negara dan Pancasila. Bahkan negara justru menyetujui dan menyepakati sikap BAIS tersebut dengan menolak gugatan Imparsial di Pengadilan melalui keputusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

– Dalam pengawasan dakwah oleh Polri pada bulan Ramadhon 1430 H Polri   sudah berlebihan dan telah melampaui kewenangan Depag
– Mencurigai seorang muslim yang mengamalkan sunah seperti memelihara jenggot, memakai surban dan meninggikan celana diatas mata kaki dengan tuduhan teroris
– Telah ditemukan fakta ada aparat yang selama ini tidak pernah ke Masjid mereka ke Masjid melakukan pengawasan

Pasal 28F
Setiap  orang  berhak  untuk  berkomunikasi  dan  memperoleh informasi untuk  mengembangkan  pribadi  dan  lingkungan  sosialnya,  serta  berhak  untuk mencari,  memperoleh,  memiliki,  menyimpan,  mengolah,  dan  menyampaikan informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia. **)

Pelanggarannya :

-Pembredelan Pers di Indonesia,

Pasal 28G

(1)  Setiap  orang  berhak atas perlindungan  diri pribadi,  keluarga,  kehormatan, martabat, dan harta benda yang dibawah  kekuasaannya,  serta berhak atas rasa aman  dan  perlindungan  dari  ancaman ketakutan  untuk  berbuat  atau tidak berbuat sesuatu yang  merupakan hak asasi. **)
(2)  Setiap  orang  berhak  untuk  bebas  dari  penyiksaan  dan  perlakuan  yang merendahkan  derajat  martabat  manusia  dan  berhak   memperoleh  suaka politik dari negara lain. **)

Pelanggarannya :

di satu sisi negara menjamin warga negara bebas dari ancaman ketakutan dan bebas dari segala bentuk penyiksaan atau perlakuan yang merendahkan derajat martabat manusia ( Pasal 28 G UUD 1945), tapi di sisi lain negara melalui aparatus keamanannya melakukan tindakan kekerasan terhadap warganegara yang menyebabkan kematian sebagaimana terlihat dalam kasus konflik tanah di Pasuruan (Puslaput TNI AL) dan Jeneponto.

Pasal 28H
(1)Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal, dan
medapatkan  lingkungan  hidup  baik  dan  sehat  serta  berhak  memperoleh pelayanan kesehatan. **)
(2)  Setiap  orang  mendapat  kemudahan  dan  perlakuan  khusus  untuk
memperoleh  kesempatan  dan  manfaat  yang  sama  guna  mencapai
persamaan dan keadilan. **)
(3)  Setiap  orang  berhak  atas  jaminan  sosial  yang  memungkinkan
pengembangan dirinya secara utuh sebagai manusia yang bermartabat. **)

(4)  Setiap  orang  berhak mempunyai  hak milik  pribadi  dan  hak milik  tersebut tidak boleh diambil alih secara sewenang­ wenang oleh siapa pun. **)

Pelanggarannya :

-para pemulung di daerah pasing kalong telah didata askeskin tetapi askeskin masih tidak diberikan.

Pasal 28I

(1)  Hak untuk hidup, hak untuk tidak disiksa, hak kemerdekaan pikiran dan hati nurani,  hak  beragama,  hak  untuk  tidak  diperbudak,  hak  untuk  diakui sebagai pribadi dihadapan hukum, dan hak untuk  tidak dituntut atas dasar hukum  yang  berlaku  surut  adalah  hak  asasi  manusia   yang  tidak  dapat dikurangi dalam keadaan  apa pun. **)
(2)  Setiap  orang  berhak bebas atas  perlakuan  yang bersifat  diskriminatif  atas dasar apa pun dan berhak mendapatkan  perlindungan  terhadap perlakuan yang bersifat diskriminatif itu. **)
(3)  Identitas budaya dan hak masyarakat  tradisional dihormati  selaras dengan perkembangan zaman dan peradaban. **)
(4)  Perlindungan,  pemajuan,  penegakan,  dan  pemenuhan  hak  asasi manusia adalah tanggung jawab negara, terutama  pemerintah. **)
(5)  Untuk menegakan dan melindungi hak assi manusia sesuai  dengan prinsip negara  hukum  yang  demokratis,  maka  pelaksanaan  hak  asasi  manusia dijamin,  diatur,  dan  dituangkan  dalam  peraturan   perundangan­undangan. **)

Pelanggarannya :

di satu sisi negara mengakui hak untuk hidup (right to life) sebagai hak yang tidak dapat dikurangi dalam situasi dan kondisi apapun (non-derogable rights) sebagaimana ditegaskan dalam Konstitusi (Pasal 28I UUD 1945) dan ratifikasi konvenan Hak-hak sipil-politik (Pasal 6), tapi di sisi lain negara mengabaikan hak itu dengan membuat keputusan menolak penghapusan hukuman mati oleh Mahkamah Konstitusi dan terus mempraktikan hukuman mati di tahun 2007.

Genosida: menghancurkan atau meniadakan sekelompok etnis, ras, agama,dan kelompok tertentu dengan membantai sebagian atau seluruhnya. Ex, kejadian di Poso.

Pasal 28J
(1)  Setiap orang wajib menghormati hak asasi manusia orang  lain  dalam tertib kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan  bernegara. **)
(2)  Dalam  menjalankan  hak  dan  kebebasannya,  setiap  orang  wajib  tunduk kepada  pembatasan  yang  ditetapkan  dengan  undang­-undang   dengan maksud semata-­mata untuk menjamin pengakuan serta  penghormatan atas hak  kebebasan orang  lain  dan untuk memenuhi   tuntutan  yang adil  sesuai dengan  pertimbangan moral,  nilai­-nilai  agama,   keamanan,  dan  ketertiban umum dalam suatu masyarakat  demokratis. **)

Pelanggarannya :

-memaksakan kehendak diri kepada pegengan orang lain.

-masih pencemaran nama baik atau bisa disebut fitnah…………..

-penghinaan terhadap salah satu agama…….

MAKALAH BAHAYA FREE SEX

BAB I

PENDAHULUAN

  1. A. Latar Belakang

Indonesia seharusnya prihatin atas para calon penerus bangsa yang makin bejad kelakuannya. Dengan maraknya pornografi dan pornoaksi baik di keping cakram, komik, maupun di dunia maya yang sangat mudah untuk diakses sekarang ini, hal itu yang dapat mejembatani seks bebas di kalangan remaja.

Hal itu dibuktikan dengan survei dari Komisi Nasional Perlindungan Anak terhadap 4.500 remaja di 12 kota besar di Indonesia tahun 2007 menunjukkan, 97% dari responden pernah menonton film porno, 93,7% pernah ciuman, petting, dan oral seks, serta 62,7% remaja yang duduk di bangku SMP pernah berhubungan intim, dan 21,2% siswi sekolah menengah umum pernah menggugurkan kandungan.

Kengerian itu sangatlah berbenturan dengan budaya kita yang menjadi sandaran norma dan aturan dalam interaksi manusia. Budaya ketimuran yang terkenal “ewuh pekewuh”(punya rasa malu) mulai tergusur budaya “my bussines is mine”(ini urusanku) sehingga rasa malu dan berbagai norma lain di abaikan karena anggapan bahwa urusannya adalah urusannya sendiri bukan orang lain. Dalam pergaulan remaja pun demikian, karena remaja merupakan bagian terbesar yang terkena imbas dari budaya ini. Dalam hal jalinan hubungan dengan lawan jenis pun demikian sehingga pergaulan bebas tanpa adanya norma dan aturan.

Padahal Generasi muda adalah tulang punggung bangsa, yang diharapkan di masa depan mampu meneruskan tongkat estafet kepemimpinan bangsa ini agar lebih baik. Dalam mempersiapkan generasi muda juga sangat tergantung kepada kesiapan masyarakat yakni dengan keberadaan budayanya. Termasuk didalamnya tentang pentingnya memberikan filter tentang perilaku-perilaku yang negatif, yang antara lain; minuman keras, mengkonsumsi obat terlarang, sex bebas, dan lain-lain yang dapat menyebabkan rusaknya moral, akal, dan jasmani.

  1. B. Rumusan Masalah

Ü Pengertian sebenarnya tentang sex.

Ü Parahnya dampak sex bebas bagi generasi bangsa.

Ü Menjamurnya sex bebas secara cepat di kalangan remaja.

  1. C. Tujuan Pembahasan

Ü Mendapatkan penjelasan yang benar mengenai sex.

Ü Mengetahui dampak dari sex bebas.

Ü Mengetahui cara mencegah sex bebas.

BAB II

PEMBAHASAN

  1. A. Mengenal Sex Lebih Dalam

Manusia adalah salah satu makhluk yang dalam meneruskan hidup jenisnya memerlukan pasangan untuk dapat melakukan regenerasi. Dalam proses regenerasi ini dikenal dengan sex, yaitu hubungan yang terjalin antara jenis satu dengan lainnya. Hal ini merupakan kekuatan utama agar generasi manusia tidak punah. Tetapi karena pengaruh globalisasi yang disalah artikan timbullah budaya baru yaitu sex bebas, budaya yang tidak sesuai dengan budaya kita.Terutama pada para remaja tepatnya pada masa metamorfosis dari kanak-kanak menjadi dewasa. Para ahli pendidikan telah sepakat bahwa remaja adalah mereka yang berusia antara 13 tahun sampai dengan 18 tahun. Seorang remaja sudah tidak lagi dapat dikatakan sebagai kanak-kanak, namun masih belum cukup matang untuk dapat dikatakan dewasa. Mereka sedang mencari pola hidup yang paling sesuai baginya dan inipun sering dilakukan melalui metode coba-coba walaupun melalui banyak kesalahan.

Oleh karena itu, sebelum melangkah lebih jauh dan agar lebih memahami apa arti sebenarnya sex, ada baiknya kita memahami definisi kata “seks” itu sendiri. Seks memang memiliki definisi yang luas. Namun, jika kita berbicara mengenai seks secara keseluruhan, maka yang dimaksudkan adalah pendidikan mengenai jenis kelamin.

Definisi seks, dapat dikelompokkan menurut beberapa dimensi, Di antaranya:

Dimensi Biologis

Berkaitan dengan alat reproduksi. Di dalamnya termasuk pengetahuan mengenai hormon-hormon, menstruasi, masa subur, gairah seks, bagaimana menjaga kesehatan dan gangguan seperti PMS (penyakit menular seksual), dan bagaimana menfungsikannya secara optimal secara biologis.

Dimensi Faal

Mencakup pengetahuan mengenai proses pembuahan, bagaimana ovum bertemu dengan sperma dan membentuk zigot dan seterusnya.

Dimensi Psikologis

Seksualitas berkaitan dengan bagaimana kita menjalankan fungsi kita sebagai mahluk seksual dan identitas peran jenis. Mengapa pria dipandang lebih agresif daripada wanita?

Dimensi Medis

Adalah pengetahuan mengenai penyakit yang di oleh hubungan seks, terjadinnya impotensi, nyeri, keputihan dan lain sebagainya.

Dimensi Sosial

Seksualitas berkaitan dengan hubungan interpersonal (hubungan antar sesama manusia). Seringkali, hambatan interaksi ditimbulkan oleh kesenjangan peran jenis antara laki-laki dan perempuan. Hal ini dipengaruhi oleh faktor budaya dan idola asuh yang lebih memprioritaskan posisi laki-laki. Anggapan tersebut harus diluruskan. karena jenis kelamin tidak menentukan mana yang lebih baik atau berkualitas.

  1. B. Faktor Penyebab Sex Bebas

Segala sesuatu itu tidak akan terjadi jika tidak ada sebabnya seperti pepatah mengatakan “Tak akan ada asap jika tidak ada api”. Oleh karena itu sex bebas pun ada sebab mengapa dilakukan oleh kalangan remaja. Beberapa faktor penyebab sex bebas diantaranya :

  1. Akibat atau pengaruh mengonsumsi berbagai tontonan.

Apa yang ABG tonton, berkorelasi secara positif dan signifikan dalam membentuk perilaku mereka, terutama tayangan film dan sinetron, baik film yang ditonton di layar kaca maupun film yang ditonton di layar lebar.

  1. Faktor lingkungan, baik lingkungan keluarga maupun lingkungan pergaulan.

Lingkungan keluarga yang dimaksud adalah cukup tidaknya pendidikan agama yang diberikan orangtua terhadap anaknya. Cukup tidaknya kasih sayang dan perhatian yang diperoleh sang anak dari keluarganya. Cukup tidaknya keteladanan yang diterima sang anak dari orangtuanya, dan lain sebagainya yang menjadi hak anak dari orangtuanya. Jika tidak, maka anak akan mencari tempat pelarian di jalan-jalan serta di tempat tempat yang tidak mendidik mereka. Anak akan dibesarkan di lingkun1. Pengaruh pergaulan sesama (peer group pressure). Seseorang yang mempunyai teman2 pergaulan yang berpaham seks bebas akan bisa terpengaruh oleh teman2nya ini sehingga diapun ikut melakukan seks bebas.

  1. Tekanan yang datang dari teman pergaulannya.

Lingkungan pergaulan yang dimasuki oleh seorang remaja dapat juga berpengaruh untuk menekan temannya yang belum melakukan hubungan seks, bagi remaja tersebut tekanan dari teman-temannyaitu dirasakan lebih kuat dari pada yang didapat dari pacarnya sendiri.

  1. Adanya tekanan dari pacar.

Karena kebutuhan seorang untuk mencintai dan dicintai, seseorang harus rela melakukan apa saja terhadap pasangannya, tanpa memikirkan resiko yang akan dihadapinya. dalam hal ini yang berperan bukan saja nafsu seksual, melainkan juga sikap memberontak terhadap orang tuanya. Remaja lebih membutuhkan suatu hubungan, penerimaan, rasa aman, dan harga diri selayaknya orang dewasa.

  1. Rasa penasaran.

Pada usia remaja keingintahuannya begitu besar terhadap seks, apalagi jika teman-temannya mengatakan bahwa terasa nikmat, ditambah lagi adanya infomasi yang tidak terbatas masuknya, maka rasa penasaran tersebut semakin mendorong mereka untuk lebih jauh lagi melakukan berbagai macam percobaan.

  1. Pelampiasan diri.

Faktor ini tidak hanya datang dari diri sendiri, misalnya karena terlanjur berbuat, seorang remaja perempuan biasanya berpendapat sudah tidak ada lagi yang dapat dibanggakan dalam dirinya, maka dalam pikirannya tersebut ia akan merasa putus asa dan mencari pelampiasan yang akan menjerumuskannya dalam pergaulan bebas.

  1. C. Dampak Negatif Sex Bebas
    1. Kesehatan

Sangat banyak sekali dampak negatif yang diakibatkan oleh sex bebas apalagi bersangkutan dengan kesehatan. Beberapa penyakit yang diakibatkan sex bebas:

  1. Sifilis atau Raja Singa

Gejala gejala pada Lelaki : Bintil-bintil berair seperti cair disertai timbulnya luka yang terasa nyeri di sekitar kelamin. Pada stadium lanjut akan nampak seperti koreng berwarna merah (luka terbuka). Kadang-kadang disertai pusing-pusing dan nyeri tulang seperti flu. Ada bercak kemerahan pada tubuh sekitar 6-12 minggu setelah hubungan seksual. Setelah 2-3 tahun pertama penyakit ini tidak menunjukkan gejala apap-apa, tetapi setelah 5-10 tahun penyakit ini akan menyerang susunan syaraf otak, pembuluh darah, dan jantung.

Gejala gejala pada Perempuan : Sama seperti pada lelaki.

  1. HIV/AIDS
    Gejala gejala pada Lelaki : Walaupun virus sudah ada dalam darah, tidak tampak gejala sama sekali. Pada penderita yang sudah menunjukkan gejala (AIDS) nampak gejala yang sangat kompleks, yang sulit dibedakan dengan penderita kanker stadium lanjut.

Gejala gejala pada Perempuan : Sama seperti pada lelaki.

  1. Herpes Kelamin

Gejala gejala pada Lelaki : Badan lemas, nyeri sendi pada daerah terinfeksi, demam. Tampak kelainan kulit yang berbenjol-benjol, bulat atau lonjong kecil. Kadang ada rasa seperti terbakar atau gatal pada kelamin, diikuti timbulnya bintil-bintil berisi air di atas kulit dengan warna kemerahan. Gejala pada serangan pertama umumnya lebih berat dibandingkan ketika kambuh. Sebelum lecet biasanya diawali keluhan : pegal-pegal otot disertai demam, pembengkakan kelenjar lipatan paha, nyeri kadang gatal serta kemerahan pada tempat yang kena.

Gejala gejala pada Perempuan : Sama seperti pada lelaki. Pada perempuan biasanya timbul di sekitar kelamin, dinding liang vagina dan kadang-kadang di sekitar anus.

  1. Psikologi
    1. Menciptakan kenangan buruk (trauma) berkepanjangan dan bisa saja mengakibatkan depresi.
    2. Merasa bersalah sehingga membenci diri sendiri dan membenci orang yang terlibat.
    3. Menjadi stress akibat takut akan hukuman dari tuhan.
    4. Merasa malu oleh keluarga dan masyarakat.
  1. Dampak negatif lainnya
    1. Mengakibatkan kehamilan yang tidak dikehendaki.
    2. Menggugurkan kandungan (aborsi) dan pembunuhan bayi.
    3. Timbul rasa ketagihan diluar kontrol.
  1. D. Pencegahan Sex Bebas Di Kalangan Remaja

Dalam menangani masalah Sex Bebas ada beberapa solusi agar tidak terjerumus ke dalam masalah ini. Beberapa solusi untuk mencegah agar tidak melakukan sex bebas:

  1. Pendidikan sex (Sex Education). Hal ini dapat diartikan sebagai penerangan tentang anatomi, fisiologi seks manusia, bahaya penyakit kelamin. Pendidikan seks adalah membimbing serta mengasuh seseorang agar mengerti tentang arti, fungsi dan tujuan seks, sehingga ia dapat menyalurkan secara baik, benar dan legal.
  2. Mewaspadai hubungan dengan lawan jenis apakah hubungan ini mengarah pada sex bebas atau tidak, untuk memperoleh kepastian alangkah baiknya jika mengetahui tahapan-tahapan menuju sex bebas. Tahapan-tahapan menuju sex bebas yaitu:

1.  Pegangan tangan

2.  Ciuman sebatas ciuman di pipi dan kening

3.  Ciuman bibir (kiss franc)

4.  Pelukan

5.  Petting (mulai berani melepas pakaian bagian atas)

6.  Meraba kebagian-bagian yang sensitif (mulai berani buka-bukaan)

7.  Melakukan hubungan seks

Biasanya para remaja pada saat berpacaran baru berani melakukan tahapan dari nomor 1 sampai dengan nomor 5 (walaupun banyak juga yang berani melakukan tahapan nomor 6, tapi hanya sebagian kecil yang sudah berani melakukan hubungan seks denga pacarnya).

  1. Orang tua yang bisa dalam hal ini sangat berperan penting. Point-point peranan orang tua dalam mencegahan sex bebas yaitu:
    1. Sebagai panutan (suri tauladan)
    2. Sebagai perawat dan pelindung
    3. Sebagai pendidik dan sumber informasi
    4. Sebagai pengarah dan pembatas
    5. Sebagai teman dan penghibur
    6. Sebagai pendorong

Hal tersebut dapat menjadikan anak lebih dekat dengan orang tuanya sehingga anak tidak akan sampai terjerumus kepada hal-hal yang negatf termasuk sex bebas.

  1. E. Pandangan Dan Solusi Dari Sisi Agama Islam

Pandangan dari berbagai agama mengenai sex bebas pastilah negatif terlebih lagi di agama islam. Dibuktikan dengan Firman Allah SWT :

“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” (Q.S. Al-Isra’: 32)

Dan pernyataan yang menyataakan bahwa perbuatan zina termasuk dosa besar setelah syirik dan pembunuhan, dan termasuk kekejian yang membinasakan dan kejahatan yang mematikan. Rasulullah SAW bersabda:
“Tidaklah suatu dosa setelah syirik yang lebih besar di sisi Allah dari setetes air mani yang diletakkan seorang lelaki pada rahim yang tidak dihalalkan baginya.”.

Adapun hukumannya yang diterapkan di agama Islam adalah dengan menegakkan hukuman bagi pelaku zina baik laki-laki maupun perempuan yang sudah menikah berupa rajam dengan lemparan batu hingga meninggal agar seluruh anggota tubuhnya merasakan siksaan itu sebagai hukuman bagi keduanya. Keduanya dilempar dengan batu sebagai gambaran bahwa mereka telah menghancurkan suatu rumah tangga, maka keduanya dirajam dengan menggunakan batu-batu dari bangunan yang telah mereka hancurkan itu. Bila keduanya belum berkeluarga, maka mereka dicambuk sebanyak 100 kali dengan cambukan yang paling keras dan dibuang dari negeri asalnya selama satu tahun.

Solusi dari agama islam yaitu:

  1. Memberikan hukuman yang berat seperti yang telah disampaikan sebelumnya sehingga manusia merasa takut untuk berbuat zina.
  2. Memberikan suatu ketetapan yang mampu memberitahukan kedalam hati nurani kita bahwa berzina itu salah dan akan menimbulkan malapetaka.
  3. Memberikan saran agar menjaga hawa nafsu dengan puasa sunnah.

BAB III

PENUTUP

Kesimpulan

Bahwa sex bebas merupakan penyimpangan dari cara regenerasi manusia dan hal ini dapat menimbulkan dampak negatif seperti penyakit yang sangat mematikan dan susah untuk diobati.

Bahaya sex bebas ini secara tidak langsung memberitahukan kepada orang-orang agar mencegahnya yaitu dengan pendekatan orang tua, dan sex education.

DAFTAR PUSTAKA

Hussein, Muhammad Adam(2009) Penyakit Menular Seksual Penyebab Dari Seks Bebas.Sukabumi : www.dewaster.co.cc

Rosyidahcharum (2009) Free Sex Dalam Tinjauan Psikologi.rosyidah charum’s blog

Hunzy (2009) Bahaya Sex Bebas. www.homeartikel.co.cc

Afiyat (2009) Seks Bebas. afiyatsttq.wordpress.com

Muhayar, Marhadi (2009) Bahaya Seks Bebas. makalah-artikel.blogspot.com

Muqadimah

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Selamat datang di galihryan.wordpress.com dimana anda sekalian dapat menambah wawasan bidang akuntansi,, dan juga sedikit mengenai vector art…

Selamat bergabung dengan blog saya…